Sehubungan dengan itu, salah satu tugas khusus yang diamanahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan kepada Departemen Pendidikan dan Pelatihan adalah memperkuat kondisi untuk menjamin mutu pendidikan dan meningkatkan mutu tenaga pengajar.
Secara khusus, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengharuskan daerah untuk menghitung dan menerapkan solusi sinkron untuk mengatasi kekurangan guru, dan untuk menghindari situasi memiliki staf tanpa merekrut, yang memengaruhi pengajaran dan pembelajaran.
Tandatangani kontrak pengajaran secara proaktif untuk segera menambah guru yang kekurangan sesuai peraturan; jangan sampai penataan dan reorganisasi aparatur mengganggu atau menyebabkan kekurangan guru, yang berdampak pada kualitas pendidikan. Pastikan tersedia cukup guru untuk menyelenggarakan pengajaran semua mata pelajaran sesuai dengan Program Pendidikan Umum; atasi kekurangan atau penataan dan penggunaan guru yang tidak sesuai dengan program studi.
Mengadakan mobilisasi dan penempatan guru dari daerah yang kelebihan guru ke daerah yang kekurangan guru; mengatur penempatan guru di sekolah-sekolah dalam satu kecamatan atau antar kecamatan, agar tenaga pengajar yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif, sesuai dengan kebutuhan daerah setempat.
Sekaligus membangun mekanisme penggerakan sumber daya manusia yang berkualifikasi tinggi, meliputi: perajin, seniman, olahragawan profesional, relawan asing untuk turut serta menyelenggarakan kegiatan pendidikan di sekolah, terutama bidang budaya, seni, olahraga , dan keterampilan hidup.

Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga meminta Departemen Pendidikan dan Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas guru dan manajer pendidikan serta meningkatkan kegiatan profesional.
Terus mengkaji, melengkapi dan mengembangkan tim pengelola dan guru inti mata pelajaran dan kegiatan pendidikan di wilayah setempat agar dapat melaksanakan pembinaan secara efektif, teratur dan berkesinambungan, tepat pada tingkat sekolah dan gugus sekolah.
Kementerian juga menganjurkan agar daerah mendorong guru untuk belajar mandiri dan meningkatkan kemampuan diri dalam berbagai bentuk yang tepat; terus menyelenggarakan penilaian dan pelatihan secara berkala sesuai dengan standar profesi guru dan standar kepala sekolah pada lembaga pendidikan umum.
Pada saat yang sama, perkuat pengorganisasian kegiatan profesional di gugus sekolah untuk menciptakan jaringan pelatihan guru yang dinamis dan efektif yang memenuhi kebutuhan praktis. Arahkan lembaga pendidikan untuk membentuk gugus profesional sesuai dengan situasi pengorganisasian aparatur pemerintah daerah dua tingkat dan penggabungan unit administratif. Pilih konten praktis untuk kegiatan gugus profesional, hindari formalitas.
Di samping itu, bersikap proaktif dan kreatif dalam memobilisasi dan memanfaatkan sumber daya secara efektif, secara bertahap meningkatkan kualitas guru, khususnya guru bahasa asing, mengajar mata pelajaran lain dalam bahasa asing, mengajar program pendidikan terpadu, khususnya Bahasa Inggris, dalam rangka menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah.
Di samping itu, pelatihan dan pembinaan yang tepat waktu perlu diselenggarakan bagi staf pengelola pendidikan tentang pengorganisasian dan pengoperasian aparatur pemerintah daerah dua tingkat, cara menyatukan batas-batas administratif dan melaksanakan desentralisasi, pendelegasian wewenang, dan penetapan kewenangan yang jelas dalam pengelolaan pendidikan daerah.
Sumber: https://vietnamnet.vn/nghe-si-nghe-nhan-van-dong-vien-tham-gia-giao-duc-trong-nha-truong-2428971.html
Komentar (0)