Duta Besar Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam (dari kiri ke kanan) di Festival Musim Panas ASEAN 2025. |
Festival ini merupakan salah satu kegiatan untuk merayakan ulang tahun ASEAN ke-58. Acara ini menarik sekitar 700 tamu, termasuk para pemimpin Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, Duta Besar ASEAN, korps diplomatik, seniman, masyarakat lokal, dan banyak warga ibu kota Astana.
Menjelang festival, penonton akan dimanjakan dengan ruang budaya ASEAN yang kaya akan kegiatan menarik: pertunjukan musik , tarian tradisional, peragaan busana, kelas memasak, pameran foto, pameran kuliner, dan permainan interaktif. Acara ini juga akan menampilkan penampilan Pencak Silat yang memukau oleh Checep Arif Rahman, seorang bintang film dan seniman bela diri ternama Indonesia.
Paviliun Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Indonesia memperkenalkan hidangan tradisional, kostum nasional, dan kerajinan tangan mereka yang istimewa kepada sahabat-sahabat internasional. Di antara semuanya, paviliun Vietnam menonjol dengan Ao Dai, topi kerucut, lumpia goreng, dan kopi Vietnam, yang menarik banyak pengunjung. Ini bukan hanya pengalaman budaya, tetapi juga jembatan persahabatan, yang membantu masyarakat Kazakhstan lebih memahami keragaman dan kekayaan negara-negara Asia Tenggara.
Kedutaan Besar dan masyarakat Vietnam di Kazakhstan menghadiri Festival tersebut. |
Berbicara pada upacara tersebut, Duta Besar Vietnam untuk Kazakhstan, Pham Thai Nhu Mai, menekankan bahwa tahun 2025 memiliki makna khusus karena menandai 30 tahun bergabungnya Vietnam ke ASEAN. Pada tahun 1995, Vietnam resmi menjadi anggota ke-7 ASEAN, menandai titik balik penting dalam kebijakan luar negeri dan integrasi internasional. Dari ekonomi yang sederhana dengan PDB per kapita kurang dari 400 dolar AS, kini Vietnam telah naik ke peringkat ke-35 dunia, dengan PDB per kapita sekitar 4.500 dolar AS, dan termasuk dalam 20 negara teratas di dunia dalam menarik investasi dan perdagangan.
“Pencapaian-pencapaian tersebut bukan hanya milik Vietnam, tetapi juga bagian dari kesuksesan ASEAN secara keseluruhan... Dalam suasana yang dinamis di Kazakhstan saat ini, kami semakin merasakan nilai prinsip ‘Bhinneka Tunggal Ika’, yang telah menyatukan ASEAN selama hampir enam dekade dan akan terus memandu kerja sama di masa depan dengan Kazakhstan dan kawasan Asia Tengah,” tegas Duta Besar Pham Thai Nhu Mai.
Selain mempromosikan budaya, para Duta Besar ASEAN juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, pendidikan, dan khususnya pariwisata. Pada tahun 2024, sekitar 200.000 wisatawan Kazakhstan mengunjungi Thailand, 150.000 wisatawan mengunjungi Vietnam, 50.000 wisatawan mengunjungi Malaysia, dan 21.000 wisatawan mengunjungi Indonesia. ASEAN bertujuan untuk meningkatkan jumlah total wisatawan Kazakhstan ke kawasan ini menjadi 1 juta per tahun, sekaligus menargetkan omzet perdagangan dengan Kazakhstan sebesar 5 miliar dolar AS.
Festival Musim Panas ASEAN 2025 menghadirkan festival penuh warna bagi warga Astana, tempat musik, kuliner, dan budaya Asia Tenggara berpadu dalam suasana persahabatan dan solidaritas. Acara ini meninggalkan kesan yang mendalam, menegaskan bahwa diplomasi budaya merupakan jembatan berkelanjutan yang menghubungkan ASEAN dan Kazakhstan, menandai perjalanan kerja sama Vietnam-ASEAN yang bermakna.
Beberapa gambar promosi budaya Vietnam di acara tersebut:
Diplomasi budaya adalah jembatan berkelanjutan yang menghubungkan ASEAN dan Kazakhstan. |
Sumber: https://baoquocte.vn/ky-niem-30-nam-viet-nam-gia-nhap-asean-tai-kazakhstan-325603.html
Komentar (0)