Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Solusi penting untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga pengajar

GD&TĐ - Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (perubahan) tidak hanya menambahkan jabatan dosen pendamping, tetapi Rancangan Undang-Undang Pendidikan Vokasi juga menyebutkan jabatan tersebut.

Báo Giáo dục và Thời đạiBáo Giáo dục và Thời đại07/08/2025

Dengan demikian, Pasal 19 Ayat (2) huruf b Bab IV Rancangan Undang-Undang Pendidikan Vokasi (sebagaimana diubah) secara tegas menyatakan: "Dosen atau pendamping dosen adalah seseorang yang direkrut pada lembaga atau satuan pendidikan selain sekolah dalam sistem pendidikan nasional, yang diangkat oleh lembaga pendidikan vokasi untuk menduduki jabatan pengajar pada bidang dan pekerjaan khusus tertentu apabila memenuhi standar profesi".

Kenyataannya, sekolah kejuruan menghadapi kekurangan guru/dosen yang serius, terutama dalam profesi tertentu yang berkaitan dengan teknologi baru atau praktik produksi di perusahaan. Menurut Kementerian Tenaga Kerja, Penyandang Disabilitas Perang, dan Urusan Sosial (sebelumnya), proporsi guru pendidikan kejuruan yang mengajar pendidikan terpadu masih rendah (sekitar 50%), sejumlah guru yang mengajar teori memiliki keterampilan vokasional yang terbatas, dan guru yang mengajar praktik memiliki pengetahuan profesional yang terbatas. Hal ini menjadi tantangan besar bagi tim dalam memenuhi inovasi pendidikan kejuruan ketika setidaknya 70% guru diwajibkan mengajar praktik (pengajaran terpadu).

Belakangan ini, untuk memenuhi persyaratan mengajar praktik bagi dosen/guru, banyak sekolah kejuruan telah mempromosikan dosen tamu. Namun, sebagian besar dosen tamu yang memenuhi syarat bekerja di instansi lain, sehingga berpotensi menimbulkan konflik dalam pemanfaatan tenaga kerja dan keamanan informasi. Dosen tamu bekerja secara musiman atau jangka pendek, sehingga tingkat komitmen terhadap strategi pelatihan sekolah rendah, dan tidak dipertimbangkan dalam perhitungan kuota penerimaan mahasiswa baru atau pembukaan jurusan baru.

Dalam konteks pasar tenaga kerja yang berubah dengan cepat dan meningkatnya tuntutan mutu pelatihan, penambahan guru/dosen pendamping dalam tim dalam Rancangan Undang-Undang Pendidikan Vokasi (perubahan) merupakan sinyal positif, yang diharapkan dapat membantu sekolah kejuruan dalam memobilisasi sumber daya manusia pengajar dengan baik.

Meskipun guru/dosen tetap tidak bekerja penuh waktu, jika mereka memiliki komitmen yang jelas dan jangka panjang terhadap keahlian mereka, hal ini akan membuka jalan bagi sekolah untuk menarik sumber daya manusia dari dunia usaha, terutama dalam model pelatihan ganda. Jabatan guru/dosen tetap juga diharapkan akan masuk dalam kuota penerimaan ketika sekolah kejuruan membuka jurusan baru, sehingga membuka jalan bagi pelatihan yang memenuhi kebutuhan sosial.

Meskipun mendapat sambutan positif, beberapa pimpinan sekolah kejuruan juga menyampaikan kekhawatiran ketika menambahkan posisi guru/dosen pendamping di sekolah. Bagaimana pembagian tugas dan penempatan posisi ini? Akankah ada kasus di mana guru/dosen pendamping hanya dipekerjakan secara nominal untuk memenuhi persyaratan membuka jurusan atau mengelola program pelatihan, sementara pada kenyataannya mereka tidak terlibat langsung dalam kegiatan mengajar?

Apabila guru/dosen tetap ikut dihitung dalam kuota penerimaan mahasiswa baru pada saat pembukaan jurusan baru, berapakah jumlah dan rasio kuota yang tepat?... Ke depannya, apabila banyak sekolah yang mengurangi rasio guru/dosen tetap dan menambah jumlah guru/dosen tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap kestabilan dan perkembangan tim?

Penambahan posisi asisten guru/dosen akan menjadi solusi penting untuk mengatasi masalah kekurangan staf pengajar, sekaligus meningkatkan koneksi antara sekolah dan dunia usaha serta memperbarui teknologi baru dalam pelatihan. Karena konsep posisi ini masih baru, wajar jika muncul kekhawatiran.

Agar kebijakan baru tersebut dapat terlaksana secara efektif saat Undang-Undang Pendidikan Vokasi disahkan, maka perlu adanya petunjuk yang lebih rinci mengenai standar, penugasan, dan pembagian tugas serta pengaturan mengenai pengawasan dan penilaian berkala terhadap jabatan guru/dosen, dalam rangka menjamin mutu tim dan meningkatkan mutu pelatihan.

Sumber: https://giaoducthoidai.vn/giai-phap-quan-trong-giai-bai-toan-thieu-hut-nhan-su-giang-day-post743081.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk