Pengguna saat ini lebih menyukai format pertanyaan dan jawaban daripada pencarian kata kunci seperti sebelumnya.
Semakin banyak orang memilih untuk mengobrol dengan kecerdasan buatan daripada mengetik kata kunci seperti sebelumnya. ChatGPT secara bertahap mengubah kebiasaan pencarian, di mana pengguna dapat bertanya apa saja dan mendapatkan respons hampir seketika.
Bagaimana ChatGPT melampaui ekspektasi?
Dari sebuah alat baru yang diluncurkan pada akhir 2022, ChatGPT dengan cepat menjadi fenomena global. Pada pertengahan 2025, platform ini mencatat rata-rata lebih dari 2,5 miliar kueri per hari, menurut statistik dari OpenAI sendiri.
Tingkat pertumbuhan yang mengesankan ini tidak berasal dari iklan tetapi terutama berkat penyebaran alami di antara pengguna.
ChatGPT tidak hanya tersedia sebagai aplikasi mandiri, tetapi juga tersedia di berbagai platform seperti peramban seperti Siri. ChatGPT juga terintegrasi dengan alat seperti Microsoft Copilot untuk mendukung pekerjaan.
Daya tarik terbesar ChatGPT terletak pada kemudahannya. Tidak perlu memikirkan kata kunci, tidak perlu memfilter banyak hasil, cukup bertanya dalam bahasa alami. ChatGPT merespons dengan cepat, jelas, dan dapat menyesuaikan ekspresi sesuai permintaan.
Pengguna tidak membuang-buang waktu untuk mensintesis informasi, terutama berguna dalam lingkungan belajar dan kerja.
ChatGPT membentuk kembali kebiasaan pencarian
Alih-alih mencari informasi dengan cara lama, banyak orang kini memilih mengobrol dengan kecerdasan buatan untuk menanyakan arah, menerjemahkan teks, mengerjakan PR, menulis surat, atau mendapatkan saran cepat. Pengguna tidak perlu menyaring banyak hasil, cukup ajukan pertanyaan seolah-olah sedang berkirim pesan dengan seorang kenalan.
Perbedaannya terletak pada pendekatannya. Google menyediakan daftar tautan, sementara ChatGPT menjawab secara langsung. Misalnya, alih-alih mencari "templat surat lamaran", pengguna cukup mengatakan: "Saya mahasiswa TI, tolong bantu saya menulis surat lamaran dalam bahasa Inggris". Jawabannya tersedia dalam hitungan detik, persis seperti yang dibutuhkan, tanpa harus membaca setiap halaman.
Pekerja kantoran pun segera memanfaatkannya. ChatGPT dapat menulis email yang sopan, meringkas teks panjang, menyarankan judul, merencanakan, atau menulis ulang konten dengan gaya yang berbeda. Pekerjaan menjadi lebih ringan dan menghemat waktu.
Popularitas ChatGPT bukan hanya karena kemudahannya, tetapi juga karena personalisasinya. Alat ini dapat mengingat konteks percakapan, memahami permintaan spesifik, dan menyesuaikan cara penyampaiannya sesuai dengan kebutuhan penanya. Antarmuka percakapan yang alami membuat pencarian terasa seperti bertanya langsung kepada orang sungguhan.
Khususnya, ChatGPT-4o juga dapat menerima gambar, memahami suara, dan merespons dengan suara. Pengguna tidak perlu mengetik, cukup berbicara dan mendengarkan. Hal ini belum dapat dilakukan oleh mesin pencari tradisional seperti Google pada tingkat yang sama.
Kebiasaan mencari sedang memasuki fase baru: lebih sedikit kata kunci, lebih banyak percakapan. Dan ChatGPT adalah salah satu faktor utama yang mendorong perubahan tersebut.
Pencarian yang lebih efisien dengan menggabungkan kedua alat tersebut
Menghadapi lonjakan pesat ChatGPT, Google tidak tinggal diam. Pada akhir 2023, Google meluncurkan Gemini, model kecerdasan buatan generasi mendatang yang terintegrasi langsung ke dalam hasil pencarian. Dengan fitur "Ikhtisar AI", pengguna dapat melihat ringkasan konten langsung di bagian atas halaman, alih-alih harus membaca sendiri setiap tautan seperti sebelumnya.
Namun, popularitas keduanya masih berbeda. ChatGPT menjadi pilihan banyak orang untuk berinteraksi langsung, terutama ketika mereka membutuhkan jawaban yang jelas, konteks, atau gaya presentasi tertentu. Google masih memainkan peran utama ketika pengguna ingin mencari informasi dengan cepat, memverifikasi informasi, atau menemukan sumber resmi.
Setiap alat memiliki kelebihan dan poin penting yang perlu diperhatikan. Dengan ChatGPT, informasi yang dikembalikan mungkin lancar, tetapi terkadang tidak sepenuhnya akurat. Pengguna tetap perlu waspada untuk memeriksa apakah jawabannya terkait dengan fakta penting atau konten teknis. Sementara itu, hasil Google sebagian besar diambil dari situs yang disensor, tetapi kurang fleksibel dan personal.
Tren terkini menunjukkan bahwa pengguna tidak harus memilih salah satu. Tergantung situasinya, banyak orang menggunakan kedua alat tersebut secara bersamaan: mencari saran di ChatGPT lalu mencarinya di Google, atau sebaliknya.
Alih-alih menggantikan sepenuhnya, kecerdasan buatan justru membuka pendekatan baru terhadap informasi, melengkapi kebiasaan lama. Kombinasi fleksibel ini membantu pengguna mencari informasi dengan cepat sekaligus memastikan akurasi yang dibutuhkan.
Source: https://tuoitre.vn/2-5-ti-luot-hoi-moi-ngay-chatgpt-dang-thay-doi-cach-nguoi-dung-tim-kiem-thong-tin-20250724162441908.htm
Komentar (0)