Pada lokakarya tersebut, Associate Professor, Dr. Le Trung Chon, Direktur Institut Studi Pembangunan Berkelanjutan, Universitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kota Ho Chi Minh, menyatakan bahwa penurunan tanah di Kota Ho Chi Minh merupakan realitas objektif yang ada yang perlu dihadapi kota tersebut dan memiliki solusi jangka panjang.
Menurut Associate Professor, Dr. Le Trung Chon, meskipun terjadi secara perlahan, konsekuensi dari penurunan tanah yang dikombinasikan dengan perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan meningkatnya pasang surut akan menyebabkan konsekuensi yang sangat serius, yang mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur teknis, pekerjaan sipil, dan pembangunan sosial -ekonomi.
Oleh karena itu, pemantauan, simulasi, dan perkiraan penurunan tanah secara berkala untuk memberikan solusi adaptif sangatlah diperlukan.
Untuk menanggapi penurunan tanah secara efektif, Kota Ho Chi Minh perlu membangun sistem untuk memantau dan memperkirakan penurunan tanah secara berkala, menerapkan teknologi modern untuk mendukung pemerintah dalam membuat keputusan yang sesuai dengan kondisi alam dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut tim peneliti penurunan tanah di Kota Ho Chi Minh pada periode 2006-2020 menggunakan teknik analisis InSAR, laju penurunan tanah rata-rata saat ini di seluruh kota adalah sekitar 2-5 cm per tahun.
Di daerah dengan fondasi geologis yang lemah, terkonsentrasi di bangunan komersial, laju penurunan tanah dapat mencapai 7 hingga 8 cm per tahun.
Oleh karena itu, kami mengusulkan agar Kota Ho Chi Minh membangun sistem informasi untuk mensimulasikan dan memperkirakan penurunan tanah guna mendukung pengambilan keputusan. Sistem ini akan membantu pemerintah mendapatkan solusi yang cepat, tepat, dan akurat, meningkatkan kapasitas manajemen, berkontribusi pada pengelolaan perkotaan yang efektif, beradaptasi dengan perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan," tambah Associate Professor, Dr. Le Trung Chon.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/ung-dung-tri-tue-nhan-tao-xac-dinh-tac-nhan-gay-sut-lun-tai-tphcm-post810818.html
Komentar (0)