Ngo Dang Quynh Mi (Kelurahan Lan Phong) adalah siswa berprestasi dalam ujian masuk kelas 10 tahun ajaran 2025-2026 di Provinsi Quang Ngai (lama) dengan total nilai 28,5. Yang lebih mengagumkan, ibu Mi membesarkannya sendirian dengan berjualan besi tua.
Mi dan ibunya, Ny. Ngo Thi Kim Mai (60 tahun), tinggal di rumah seluas hanya 20 meter persegi. Di rumah itu hanya ada sebuah tempat tidur, meja dan kursi tua, serta puluhan sertifikat penghargaan yang tergantung di dinding.

Ngo Dang Quynh Mi dan ibunya (Foto: Quoc Trieu).
Di teras, di atas sepeda tua, terdapat tumpukan besi tua yang baru saja dibeli Bu Mai. Bisnis besi tua ini membantu Bu Mai mendapatkan penghasilan tambahan untuk menghidupi Quynh Mi.
Dulu, saat Mi mulai sekolah, orang tuanya memberi Mai sebuah rumah kecil yang dulunya adalah toko kelontong untuk ditinggali. Meski masa kecil Quynh Mi sulit dan kekurangan, rumah kecil itu tetap dipenuhi tawa.
Setiap hari, Bu Mai mengantar Mi ke kelas lalu pergi membeli besi tua. Gambaran seorang ibu tua menggendong putrinya yang masih kecil di atas gerobak besi tua sudah tidak asing lagi bagi penduduk setempat.

Quynh Mi dan rumah kecil ibunya di kecamatan Lan Phong, provinsi Quang Ngai (Foto: Quoc Trieu).
Saat duduk di kelas dua SD, Quynh Mi didiagnosis menderita limfoma di lehernya. Tumor tersebut terletak di dekat pembuluh darah, sehingga tidak dapat diangkat sepenuhnya melalui operasi karena risiko komplikasi. Akibatnya, kesehatan Mi menurun drastis. Namun, di dalam tubuhnya yang kecil itu terdapat tekad yang luar biasa.
Menjadi ibu tunggal memang tidak pernah mudah. Saya dan Mi sering sakit. Namun, kami berdua berusaha mengatasinya,” ungkap Mai.
Mi memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga prestasi akademiknya selalu menjadi yang terbaik di kelasnya. Selama 9 tahun di sekolah dasar dan menengah, Mi selalu meraih prestasi siswa yang luar biasa. Ia juga meraih hasil yang tinggi dalam kompetisi siswa berprestasi tingkat kabupaten dan provinsi.

Ibu yang mengumpulkan besi tua selalu bangga memiliki anak perempuan yang berkemauan keras (Foto: Karakter disediakan).
Keluarga Quynh Mi miskin, jadi dia tidak mengambil kelas tambahan. Dia belajar daring menggunakan ponsel lamanya. Di waktu luangnya, dia membantu ibunya memilah besi tua.
Sejak kuliah daring, Mi tiba-tiba memiliki minat di bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, mahasiswi tersebut memutuskan untuk mengambil jurusan ini di universitas.
"Kendala terbesar saya adalah kesehatan. Karena itu, saya harus mengatur waktu belajar dan istirahat dengan baik. Bagi saya, belajar adalah satu-satunya cara untuk mengubah hidup dan membalas kebaikan ibu saya," ujar Quynh Mi.
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/phu-me-nhat-ve-chai-nu-sinh-15-tuoi-van-tro-thanh-thu-khoa-20250709142848750.htm
Komentar (0)