Bingung, khawatir, dan gembira adalah perasaan Kapten Nguyen Ngoc Anh saat pertama kali berpartisipasi dalam parade Peringatan 70 Tahun Kemenangan Dien Bien Phu. "Saya telah menyaksikan banyak parade dan sangat mengagumi para prajurit karena kesungguhan dan langkah mereka yang gagah berani. Ketika saya terpilih untuk berpartisipasi dalam parade, saya sangat senang sekaligus khawatir karena proses pelatihannya sangat ketat, tidak hanya menuntut kekuatan fisik dan kelenturan, tetapi juga tekad dan tekad yang kuat," ujar Kamerad Anh.
Kapten Nguyen Ngoc Anh (kedua dari kanan) dan rekan satu timnya berpartisipasi dalam latihan parade untuk merayakan ulang tahun ke-80 Revolusi Agustus dan Hari Nasional Republik Sosialis Vietnam (2 September 1945/2 September 2025). |
Setelah berhasil menyelesaikan misi, Kapten Nguyen Ngoc Anh dan rekan-rekannya terus berpartisipasi dalam parade dan pawai dalam rangka perayaan 50 tahun Pembebasan Selatan dan penyatuan kembali negara. Meninggalkan Stasiun Hanoi , menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Selatan, setiap perjalanan membuat rekan Anh merasakan semangat solidaritas, cinta, dan rasa hormat dari seluruh negeri kepada para perwira dan prajurit angkatan yang berpartisipasi dalam parade dan pawai khususnya dan Tentara Paman Ho pada umumnya. Kapten Nguyen Ngoc Anh mengenang: "Di setiap pemberhentian dan selama proses pelatihan di Selatan, rombongan parade selalu menerima sambutan hangat dari masyarakat, membuat kami merasakan kedekatan, keakraban, solidaritas, dan keterikatan rakyat Vietnam."
Kapten Nguyen Ngoc Anh. |
Kembali ke ibu kota Hanoi untuk berpartisipasi dalam perayaan 80 tahun Revolusi Agustus dan Hari Nasional Republik Sosialis Vietnam, di mana setiap jalan dan sudutnya sangat akrab dan melekat pada saya selama masa kuliah, membuat Anh merasa nostalgia dan emosional: "Kembali ke Hanoi kali ini membuat saya merasa nostalgia dan mengingat perjalanan masa lalu belajar dan bekerja, mengingat kenangan masa sekolah saya, unit-unit tempat saya bekerja dengan banyak kenangan indah".
Upacara besar negara semakin dekat; setiap parade yang berlalu membuat Anh dan rekan-rekannya mengenang masa-masa latihan keras, setiap langkah dipenuhi keringat, kerasnya perjuangan yang tak semua orang saksikan. Beberapa rekan terkena sengatan matahari, dibantu untuk beristirahat, minum beberapa teguk air, lalu bangkit kembali untuk meminta kembali ke barisan. Dengan mawar yang telah ditempa baja, mereka mungkin lelah tetapi tak boleh menyerah karena di belakang mereka ada kebanggaan, harapan kesatuan, kehormatan prajurit yang mulia di Lapangan Ba Dinh pada hari besar bangsa.
: PHAM QUYET
Sumber: https://www.qdnd.vn/quoc-phong-an-ninh/tin-tuc/nguoi-vinh-du-ba-lan-tham-gia-dieu-binh-dieu-hanh-843903
Komentar (0)