Lina Alsmeier mengakui bahwa mengalahkan tim voli putri Vietnam tidaklah mudah - Foto: VOLLEYBALL WORLD
Pada malam tanggal 25 Agustus, tim voli putri Vietnam kalah 0-3 dari Jerman. Skor set tersebut adalah 18-25, 17-25, 21-25.
Meski kalah telak, para pemain Vietnam tampil tangguh. Tak banyak yang menyangka mereka bisa melampaui 15 poin di ketiga set.
Khususnya di set kedua, tim asuhan pelatih Nguyen Tuan Kiet berhasil mengamankan kelima set poin. Di set ketiga, tim voli putri Vietnam berusaha keras mengejar ketertinggalan, tetapi gagal menciptakan kejutan.
Namun, kegigihan dan ketahanan mereka mengejutkan lawan-lawan mereka. Usai pertandingan, penyerang utama Lina Alsmeier harus mengakui bahwa pertandingan itu tidak mudah.
Ia berbagi: "Kami sangat senang. Hari ini tim Jerman menargetkan kemenangan, tetapi semuanya tidak mudah. Tekanannya cukup besar sehingga pertandingannya cukup sulit, tetapi untungnya kami bermain dengan percaya diri."
Dalam pertandingan ini, Alsmeier mencetak 13 poin, menjadikannya pencetak poin terbanyak ketiga tim Jerman setelah Weitzel (15 poin) dan Orthmann (14 poin). Namun, semuanya dikalahkan oleh Tran Thi Thanh Thuy dari Vietnam, yang mencetak 17 poin dalam pertandingan ini.
Situs web Volleyball World yang dioperasikan Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) pun tak ketinggalan memuji striker kelahiran 1997 itu.
Mereka menulis: "Penyerang utama sekaligus kapten Tran Thi Thanh Thuy adalah satu-satunya yang mampu mencetak angka dua digit di tim voli putri Vietnam. Ia sendiri mencetak 17 poin, semuanya dari situasi menyerang."
Setelah dua kekalahan, tim voli putri Vietnam resmi tersingkir dari Kejuaraan Dunia 2025. Namun, mereka masih memiliki satu pertandingan terakhir melawan Kenya pada 27 Agustus. Itulah kesempatan terakhir bagi Thanh Thuy dan rekan-rekannya untuk menemukan kembali kebahagiaan kemenangan.
Sumber: https://tuoitre.vn/ngoi-sao-bong-chuyen-nu-duc-tran-gap-viet-nam-vo-cung-vat-va-20250826075817717.htm
Komentar (0)