Setelah Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) menyimpulkan bahwa lebih dari 56.200 sertifikat IELTS yang dikeluarkan oleh IDP pada tahun 2022 adalah ilegal, pada tanggal 9 Mei, IDP Vietnam angkat bicara tentang hal ini.
IDP menegaskan bahwa sertifikat IELTS yang diterbitkannya pada tahun 2022, meskipun tidak diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, masih diterima oleh lebih dari 12.000 organisasi di seluruh dunia.
Pengumuman IDP Vietnam yang menyatakan masalah validitas sertifikat IELTS pada tahun 2022 menarik perhatian media serta kandidat.
"Kami ingin memastikan bahwa sertifikat yang dikeluarkan selama periode ini masih diakui oleh lebih dari 12.000 organisasi di seluruh dunia.
"Kami akan terus bekerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan seperti sebelumnya untuk memastikan kepatuhan terhadap semua persyaratan lembaga manajemen lokal di semua tingkatan," demikian pernyataan pengumuman tersebut.
Sebelumnya, sebagaimana dilaporkan oleh Surat Kabar Nguoi Lao Dong , menurut kesimpulan Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, meskipun Kementerian Pendidikan dan Pelatihan baru saja mengeluarkan keputusan yang mengizinkan Perusahaan IDP dan pihak Vietnam untuk bekerja sama dengan IELTS Australia Pty Ltd untuk menyelenggarakan ujian di lokasi ujian sesuai keputusan tersebut sejak 17 November 2022. Namun, sejak 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022, perusahaan ini telah bekerja sama untuk menyelenggarakan ujian IELTS Test Report Form bagi 67.195 orang dan telah menerbitkan 66.153 sertifikat IELTS.
Selama periode 1 Januari 2022 sampai dengan 9 September 2022 (tanggal berlakunya Surat Edaran Nomor 11/2022/TT-BGDDT tentang Penyelenggaraan Bersama Ujian Sertifikasi Kemampuan Berbahasa Asing), IDP telah menyelenggarakan 458 ujian di 31 provinsi dan kota di seluruh Indonesia dan menerbitkan total 46.643 sertifikat.
Dari 10 September 2022 hingga 16 November 2022 (sebelum Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengizinkan IDP bekerja sama), IDP menyelenggarakan 97 sesi tes di 16 provinsi dan kota. Selain itu, tes IELTS berbasis komputer diselenggarakan setiap hari di Hanoi , Kota Ho Chi Minh, dan Da Nang, dengan 9.587 sertifikat IELTS diterbitkan selama periode tersebut.
Dari tanggal 17 November 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, saat ini Perusahaan IDP telah diizinkan untuk berasosiasi, perusahaan telah memutuskan untuk mendirikan dua dewan ujian di Hanoi, Kota Ho Chi Minh dan Da Nang dengan jumlah sertifikat yang diberikan sebanyak 9.923.
Dengan demikian, IDP telah menyelenggarakan ujian dan menerbitkan 56.230 sertifikat sebelum perusahaan tersebut mendapat izin kerja sama dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.
Pada tanggal 15 Juni 2023, Departemen Manajemen Mutu (Kementerian Pendidikan dan Pelatihan) mengirimkan surat edaran resmi kepada seluruh Dinas Pendidikan dan Pelatihan di seluruh Indonesia mengenai penggunaan sertifikat untuk pembebasan dari ujian bahasa asing dalam ujian kelulusan SMA tahun 2023. Surat edaran resmi tersebut dengan jelas menyatakan bahwa calon peserta yang telah mendaftar untuk mengikuti ujian kelulusan SMA tahun 2023 dapat menggunakan sertifikat kemampuan bahasa asing yang diterbitkan setelah tanggal 10 September 2022 untuk pembebasan dari ujian bahasa asing sesuai dengan peraturan.
Terkait pelanggaran-pelanggaran tersebut di atas, Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Pelatihan berkesimpulan bahwa IDP telah melakukan pelanggaran terhadap Keputusan Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nomor 04/2021/ND-CP tanggal 22 Januari 2021 tentang Sanksi Administratif di Bidang Pendidikan, yang mana tanggung jawabnya berada di tangan Direktur Utama PT. IDP Pendidikan.
Namun, pada saat pemeriksaan, masa tenggang sanksi administratif telah berakhir sesuai Undang-Undang Penanganan Pelanggaran Administratif. Oleh karena itu, Inspektorat Kementerian Pendidikan dan Pelatihan merekomendasikan dan meminta Perusahaan IDP untuk meninjau kembali seluruh kegiatan sertifikasi kemampuan bahasa asing perusahaan di Vietnam dan mematuhi keputusan perizinan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.
Bersamaan dengan itu, direkomendasikan agar Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menugaskan Departemen Manajemen Mutu untuk membimbing perusahaan dalam menangani banyaknya sertifikat bahasa asing yang diselenggarakan perusahaan secara bersama-sama dan menerbitkan sertifikat kemampuan bahasa asing di Vietnam tanpa izin dari badan manajemen negara yang berwenang.
[iklan_2]
Sumber: https://nld.com.vn/idp-len-tieng-ve-viec-cap-hon-56200-chung-chi-ielts-sai-quy-dinh-196240509141752529.htm
Komentar (0)