Amorim dikritik karena menerapkan taktik yang tidak tepat di MU. Foto: Reuters . |
Berbicara kepada pers pada 29 Agustus, pelatih Amorim berkata: "Sebelum saya tiba, mereka bertanya kepada saya, apakah saya bisa menjalankan sistem ini? Saya menjawab bahwa saya akan menerapkan sistem saya apa pun yang terjadi."
Pelatih asal Portugal itu juga menekankan bahwa perubahan taktis hanya boleh dilakukan jika ia yakin itu adalah cara terbaik untuk meraih kemenangan.
Amorim hanya memenangkan tujuh dari 29 pertandingan Liga Primer mereka, dan penampilan buruk melawan Grimsby di putaran kedua Piala Liga menunjukkan keterbatasan formasi 3-4-3, bahkan melawan tim Divisi Empat. Namun, Amorim yakin sistem ini masih bisa berhasil jika para pemain memahami dan menjalankannya dengan benar.
Amorim juga mengungkapkan bahwa sepanjang karier bermainnya, ia belum pernah bermain dengan formasi 3-4-3, melainkan lebih sering menggunakan formasi 4-4-2 dan 4-3-3. Amorim yakin bahwa formasi ini tidak kaku dan dapat disesuaikan dengan situasi spesifik.
Meskipun menghadapi kesulitan saat ini, Amorim menegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri dan masih ingin terus memimpin MU. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi saya ingin tetap di sini. Saya adalah pelatih MU dan saya pikir itu tidak akan berubah," pungkas Amorim.
Sumber: https://znews.vn/amorim-len-tieng-ve-chien-thuat-gay-tranh-cai-post1581282.html
Komentar (0)