(Dan Tri) - Rusia kehilangan 96 rudal jelajah setelah serangan Ukraina terhadap pangkalan udara strategis Engels-2 minggu lalu, kata militer Ukraina.
Foto satelit pangkalan Engels-2 Rusia pada 21 Maret, setelah diserang (Foto: Maxar).
"Informasi terbaru menunjukkan bahwa musuh kehilangan 96 rudal jelajah yang diluncurkan dari udara akibat serangan Ukraina di pangkalan udara Engels-2 milik Pasukan Dirgantara Rusia pada 20 Maret, termasuk akibat ledakan sekunder," ungkap Staf Umum Ukraina pada 27 Maret.
Menurut perhitungan militer Ukraina, Rusia berencana menggunakan amunisi ini untuk tiga serangan rudal pada bulan Maret dan April.
Selain itu, serangan terhadap lokasi penyimpanan bahan bakar penerbangan menghancurkan cadangan yang signifikan, sehingga berdampak negatif pada kemampuan Rusia untuk mempertahankan operasi tempur.
Engels-2 adalah pangkalan utama penerbangan strategis Rusia. Pangkalan ini menampung pesawat pengebom Tu-95MS, Tu-22M3, dan Tu-160 serta bom berpemandu FAB dan rudal jelajah.
Dari pangkalan ini, pesawat pengebom Rusia telah melancarkan serangan rudal berskala besar ke Ukraina sejak konflik pecah lebih dari tiga tahun lalu.
Staf Umum Ukraina mengatakan bahwa ledakan di bandara Engels-2 pada malam 19 Maret dan dini hari 20 Maret merupakan hasil serangan terkoordinasi antara Dinas Keamanan Ukraina dan Pasukan Operasi Khusus Ukraina.
Andriy Kovalenko, kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Ukraina, mengatakan saat itu bahwa persenjataan rudal Rusia mungkin telah hancur setelah serangan itu.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/the-gioi/ukraine-tuyen-bo-pha-huy-gan-100-ten-lua-hanh-trinh-trong-can-cu-nga-20250327160251233.htm
Komentar (0)