Gubernur Fed Lisa Cook. (Foto: Reuters)
Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang kekuasaan presiden atas badan pembuat kebijakan moneter yang independen, terutama mengingat tuduhan seputar transaksi hipotek pribadi Ibu Cook.
Presiden Trump mengumumkan pemecatan Ibu Cook, efektif segera, dengan mengutip kewenangannya berdasarkan Undang-Undang Federal Reserve dan Pasal II Konstitusi AS.
Dalam suratnya kepada Ibu Cook, Presiden AS menuduh Ibu Cook melakukan "perilaku keuangan yang curang dan mungkin kriminal."
Khususnya, pada tahun 2021, Ibu Cook menyatakan dalam dokumen hipotek terpisah untuk dua properti di Michigan dan Georgia bahwa keduanya merupakan tempat tinggal utamanya, tempat ia berencana untuk tinggal. Perlu diketahui, pinjaman untuk tempat tinggal utama biasanya memiliki suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman untuk properti investasi.
Tn. Trump menegaskan bahwa perilaku ini “setidaknya menunjukkan kelalaian serius dalam transaksi keuangan,” sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kompetensi dan kredibilitasnya sebagai regulator keuangan.
Pertanyaan tentang hipotek Ms. Cook pertama kali diajukan minggu lalu oleh Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal William Pulte, yang merujuk kasus tersebut ke Jaksa Agung Pamela Bondi untuk diselidiki.
Ibu Cook, wanita kulit berwarna pertama yang ditunjuk menjadi gubernur Fed, ditunjuk oleh mantan Presiden Joe Biden untuk posisi tersebut pada tahun 2022 untuk masa jabatan yang berlangsung hingga tahun 2038.
Reaksi dari Lisa Cook dan para ahli
Segera setelah pengumuman Presiden Trump, Gubernur Lisa Cook bereaksi keras, menegaskan bahwa Trump "tidak memiliki dasar hukum, dan tidak berhak" untuk memecatnya. Gubernur perempuan tersebut menyatakan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri dan akan terus menjalankan tugasnya untuk mendukung perekonomian AS.
Pengacara Cook, Abbe Lowell, menekankan bahwa permintaan Presiden Trump "tidak memiliki proses hukum, dasar hukum, atau kewenangan hukum." Langkah baru Trump ini merupakan upaya pertama untuk memecat gubernur Fed, yang menjadikan masalah ini sebagai gugatan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ibu Lisa Cook. (Sumber: Bloomberg)
Profesor Peter Conti-Brown dari Universitas Pennsylvania, seorang pakar sejarah Fed, berpendapat bahwa transaksi hipotek Cook terjadi sebelum ia diangkat menjadi anggota Fed dan telah diperiksa dan dikonfirmasi oleh Senat, sehingga menjadikan tindakan warga negara biasa sebagai dasar pemecatan dari jabatan resmi tidak konsisten dengan keseluruhan konsep pemecatan.
Senator Elizabeth Warren juga memiliki pendapat yang beragam tentang langkah Trump, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut "harus dibatalkan di pengadilan." Kasus ini kemungkinan akan berujung pada pertarungan hukum yang sengit dan pada akhirnya dapat diputuskan oleh Mahkamah Agung AS.
Profesor Sekolah Hukum Columbia, Kathryn Judge, menekankan bahwa Undang-Undang Federal tidak menentukan apa yang dimaksud dengan “alasan yang kuat”, sehingga masalah ini akan menjadi pusat litigasi hukum.
Selain itu, pakar Tim Duy dari SGH Macro Advisors berkomentar: "Langkah ini menunjukkan tekad pemerintahan Presiden Trump dalam merombak The Fed, dan juga merupakan peringatan bagi pejabat lain yang ditunjuk oleh Bapak Biden. Jika pada periode pertama, The Fed dapat menghindari tekanan dari Bapak Trump, kali ini situasinya akan berbeda."
Pengaruh
Menurut beberapa pengamat, langkah Presiden Trump menimbulkan ancaman serius terhadap prinsip independensi Fed.
Studi akademis telah menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan moneter yang independen dari pengaruh politik cenderung lebih berhasil dalam mengelola inflasi, sehingga langkah ini menguji independensi bank sentral paling berpengaruh di dunia. Jika berhasil, pemecatan Cook akan memungkinkan Trump untuk menunjuk orang keempat di antara tujuh anggota dewan The Fed, yang secara signifikan memperkuat pengaruhnya di bank sentral.
Hal ini dipandang sebagai tanda tekad pemerintahan Trump untuk "merombak The Fed" dan peringatan bagi kandidat lain yang ditunjuk oleh mantan Presiden AS Joe Biden. Trump telah lama menyatakan ketidaksetujuannya dengan Ketua The Fed Jerome Powell karena tidak segera memangkas suku bunga.
Pasar keuangan bereaksi keras terhadap langkah Trump, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan jangka pendek The Fed, turun tajam, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun jangka panjang meningkat tajam, mencerminkan risiko inflasi. Reaksi pasar menunjukkan bahwa suku bunga acuan The Fed dapat turun, tetapi hal ini mungkin mengorbankan komitmen bank sentral untuk memerangi inflasi.
Kasus yang melibatkan Lisa Cook bukan sekadar sengketa hukum pribadi, tetapi juga konfrontasi bersejarah yang secara langsung menggoyahkan fondasi independensi The Fed. Hasil dari pertarungan hukum ini berpotensi menjadi preseden penting untuk membatasi kekuasaan presiden atas lembaga-lembaga independen dan membentuk masa depan kebijakan moneter AS.
Pertanyaannya adalah apakah Fed dapat mempertahankan kredibilitas dan independensinya di tengah meningkatnya tekanan politik, dan apa dampak jangka panjangnya terhadap kepercayaan investor terhadap kebijakan moneter AS dan stabilitas ekonomi global.
Menurut VNA
Sumber: https://baothanhhoa.vn/tuong-lai-cua-fed-se-ra-sao-sau-khi-tong-thong-trump-sa-thai-ba-lisa-cook-259599.htm
Komentar (0)