Biaya visa pelajar Australia berlaku mulai hari ini, 1.7.2025, untuk pelamar dan kerabat yang menyertainya
FOTO: TANGKAPAN LAYAR
Informasi di atas telah dikonfirmasi oleh Departemen Dalam Negeri Australia kepada dua situs web pendidikan internasional, The PIE News dan StudyTravel Magazine . "Sesuai dengan komitmen pemerintah selama kampanye pemilu, mulai 1 Juli, biaya aplikasi visa bagi pendaftar mahasiswa internasional akan resmi naik dari 1.600 AUD (27 juta VND) menjadi 2.000 AUD," ujar juru bicara Departemen Dalam Negeri Australia. Ini juga merupakan kedua kalinya Australia menaikkan biaya visa pelajar, sebelumnya dari 710 AUD (12,1 juta VND) menjadi 1.600 AUD.
" Pendidikan internasional penting bagi Australia dan pemerintah berkomitmen untuk mengelola sektor ini secara berkelanjutan, sekaligus memastikan keadilan, kualitas, dan transparansi," tambah juru bicara tersebut. Diketahui bahwa biaya aplikasi visa pelajar Australia juga merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan negara-negara pesaing seperti AS (185 USD: 4,8 juta VND), Kanada (150 CAD: 2,8 juta VND), atau Inggris (524 GBP: 18,7 juta VND).
Perlu diketahui, biaya ini tidak akan dikembalikan kepada pemohon meskipun pemohon tidak mendapatkan visa pelajar. Hari ini, 1 Juli, situs web resmi Departemen Dalam Negeri Australia juga menampilkan biaya baru tersebut dan menyatakan bahwa ada beberapa kasus di mana biaya ini dikecualikan. Departemen tersebut juga menginformasikan bahwa jika pemohon didampingi oleh kerabat, biaya visa akan meningkat dari 400 AUD (6,8 juta VND) menjadi 1.225 AUD (21 juta VND), tergantung pada usia pemohon, apakah pemohon berusia di bawah 18 tahun atau lebih.
Kenaikan biaya ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas program visa pelajar, memastikan visa hanya diberikan kepada mahasiswa internasional yang sah, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Australia yang berkelanjutan. Namun, langkah ini pasti akan menuai kritik – terutama dari sektor kursus intensif bahasa Inggris untuk mahasiswa internasional (ELICOS).
Menurut situs web pendidikan internasional, kenaikan biaya visa pelajar Australia semakin menyoroti kesulitan yang dihadapi sektor pendidikan internasional di Australia, terutama ELICOS. Jumlah aplikasi visa ELICOS dari luar negeri pada tahun fiskal ini juga menurun sebesar 53% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut Bapak Ian Aird, CEO English Australia.
Menurut para ahli, alasan penurunan tajam ini adalah karena biaya kursus ELICOS 6 bulan hanya sekitar 6.500 AUD (111 juta VND), sementara biaya visa lama (1.600 AUD) setara dengan kenaikan hampir 25%. Angka ini meningkat menjadi 30% ketika biaya visa baru diterapkan, dan hal ini akan semakin mengurangi minat mahasiswa internasional. Sebelumnya, banyak penyedia pendidikan lama di Australia terpaksa tutup, seperti Perth International English College, IH Sydney, The Language Academy...
Mahasiswa Vietnam mendengarkan nasihat dari perwakilan universitas Australia di sebuah acara yang diselenggarakan oleh pemerintah negara bagian New South Wales pada tahun 2024.
FOTO: NGOC LONG
Saat ini, proses persetujuan visa pelajar Australia sedang dilakukan berdasarkan Direktif 111. Secara spesifik, pemerintah Australia akan memprioritaskan pemrosesan visa pelajar untuk setiap sekolah hingga sekolah tersebut mencapai 80% dari kuota pendaftaran siswa baru yang ditetapkan dalam Rencana Nasional (NPL). Setelah sekolah mencapai 80% dari kuotanya, sekolah tersebut akan ditempatkan di urutan paling belakang untuk memberikan prioritas kepada unit-unit yang belum mencapai 80% dari kuotanya.
Artinya, pemerintah Australia akan tetap memberikan visa pelajar kepada pelamar jika mereka mendaftar ke sekolah yang telah melampaui kuota pendaftaran internasional mereka, tetapi prosesnya akan memakan waktu lebih lama. "Direktif 111 bukanlah kuota dan tidak menetapkan kriteria untuk menyetujui atau menolak permohonan visa pelajar... Yang terpenting adalah setiap pelajar yang berencana belajar di Australia harus mengajukan visa sesegera mungkin," tegas pemerintah Australia.
Menurut statistik dari Departemen Pendidikan Australia, pada tahun 2024 akan terdapat 853.045 mahasiswa internasional di negara ini, dengan 37.647 di antaranya adalah mahasiswa Vietnam, menempati peringkat ke-5. Di universitas-universitas terkemuka, jumlah mahasiswa dan peneliti Vietnam menyumbang proporsi yang signifikan, misalnya sekitar 600 mahasiswa di Universitas Melbourne dan 400 mahasiswa di Universitas Adelaide, atau berada di 10 besar dalam hal jumlah mahasiswa di Universitas Queensland... Victoria adalah negara bagian dengan konsentrasi mahasiswa internasional Vietnam terbesar, yaitu 15.465 orang.
Sumber: https://thanhnien.vn/tu-hom-nay-uc-tiep-tuc-tang-phi-visa-voi-du-hoc-sinh-len-2000-aud-185250701084524449.htm
Komentar (0)