Pesan Perdana Menteri kepada dunia usaha
Memimpin dan menyampaikan pidato pada konferensi bertema "80 Tahun Perusahaan Mendampingi Negara", Perdana Menteri Pham Minh Chinh menekankan bahwa ini adalah kesempatan untuk mengenang perjalanan sejarah yang gemilang dan menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi besar perusahaan dan wirausahawan dalam membangun dan membela Tanah Air. Atas nama para pemimpin Partai dan Negara serta Sekretaris Jenderal To Lam, Perdana Menteri menyampaikan harapan terbaiknya kepada komunitas bisnis Vietnam.
Perdana Menteri menyampaikan tiga pesan utama. Pesan pertama: Selama 80 tahun terakhir, baik di masa perang maupun damai, dunia usaha selalu mendampingi Partai, mendampingi bangsa, dan erat kaitannya dengan nasib negara. Para pelaku bisnis dan wirausaha Vietnam selalu menunjukkan patriotisme dan tekad yang kuat, memberikan kontribusi penting dalam memobilisasi sumber daya untuk perlawanan dan pembangunan nasional, serta menjadi kekuatan pelopor dalam pembangunan ekonomi .
"Setelah hampir 40 tahun berinovasi, kita memiliki hampir 1 juta perusahaan, yang 98% di antaranya adalah perusahaan swasta. Bahkan di masa sulit seperti pandemi COVID-19, para pelaku bisnis dan wirausahawan tetap berupaya mempertahankan produksi dan secara aktif mendukung masyarakat, senantiasa menunjukkan semangat patriotisme yang membara dan tanggung jawab sosial yang tinggi," ujar Perdana Menteri.
Pesan 2: Partai dan Negara senantiasa berpihak dan mendukung dunia usaha. Perdana Menteri berjanji bahwa Partai dan Negara senantiasa memberikan perhatian khusus dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi dunia usaha untuk berkembang secara berkelanjutan. Pemerintah telah berfokus pada pembangunan dan penyempurnaan lembaga serta hukum, memastikan bahwa bisnis di semua sektor ekonomi diperlakukan secara adil dan setara.
Solusi kuncinya meliputi promosi desentralisasi dan pendelegasian wewenang; pemangkasan prosedur administratif; pengurangan biaya kepatuhan; fokus pada penghapusan hambatan produksi dan bisnis; promosi pembangunan infrastruktur strategis dan pelatihan sumber daya manusia berkualitas tinggi. Khususnya, dengan dikeluarkannya Resolusi 68 tentang pembangunan ekonomi swasta, sektor ini telah ditetapkan sebagai "penggerak utama perekonomian nasional."
Pesan 3: Merintis bersama seluruh negeri menuju masa depan yang tangguh. Memasuki era baru, Perdana Menteri berharap para pelaku bisnis dan wirausahawan akan terus melestarikan tradisi gemilang selama 80 tahun, terus berinovasi dan berkreasi untuk bergabung dengan seluruh negeri dalam mewujudkan dua tujuan strategis 100 tahun yang ditetapkan oleh Kongres Partai ke-13. Targetnya adalah memiliki sekitar 2 juta perusahaan pada tahun 2030 dan setidaknya 3 juta perusahaan pada tahun 2045, dengan daya saing internasional dan partisipasi yang mendalam dalam rantai nilai global.
Untuk mewujudkan visi ini, Perdana Menteri meminta dunia usaha untuk bergabung dengan Pemerintah dalam mempromosikan penerapan tiga terobosan strategis dengan motto "lembaga terbuka - infrastruktur lancar - wirausahawan cerdas".
Kepala Pemerintahan menghimbau kepada para pelaku usaha untuk terus melakukan diversifikasi pasar, produk, dan rantai pasokan; menggalakkan mobilisasi sumber daya melalui kemitraan publik-swasta; dan menjunjung tinggi semangat nasionalisme, kemandirian, solidaritas, upaya bersama, dan persatuan untuk terus menulis sejarah gemilang selama 80 tahun.
Keinginan bisnis untuk berkembang
Pada konferensi tersebut, perwakilan bisnis juga berbagi tujuan dan orientasi pengembangan mereka di periode baru - era pertumbuhan nasional.
Bapak Le Manh Hung - Ketua Dewan Anggota Kelompok Industri dan Energi Nasional Vietnam (Petrovietnam) menyampaikan rasa duka citanya atas perhatian Partai dan Negara, menganggap hal ini sebagai sumber dorongan besar bagi para pelaku bisnis untuk mengatasi kesulitan.
Petrovietnam telah menetapkan tujuan yang sangat ambisius untuk menjadi salah satu dari 500 perusahaan terbesar di dunia (Fortune 500) pada tahun 2030 melalui 6 grup solusi pilar strategisnya. Untuk mencapai misi ini, Petrovietnam ingin bekerja sama, berbagi, dan mendampingi semua sektor ekonomi.
Letnan Jenderal Tao Duc Thang - Ketua dan Direktur Jenderal Viettel, menekankan bahwa selama 36 tahun terakhir, Viettel selalu mempromosikan tradisi prajurit Paman Ho, dengan menjalankan 3 fungsi khusus: pasukan tempur, pasukan pekerja, dan pasukan buruh produksi.
"Kami ingin menegaskan bahwa rakyat Vietnam memiliki kapasitas dan kecerdasan penuh untuk menguasai senjata strategis dan dengan teguh melindungi Vietnam sejak dini dan dari jauh," ungkap Letnan Jenderal Tao Duc Thang.
Bapak Eita Fujikawa - Direktur Jenderal Sumitomo Corporation Vietnam mengatakan bahwa sejak beroperasi di Vietnam pada tahun 1990, grup tersebut telah berpartisipasi dalam banyak proyek penting dalam infrastruktur, energi, dan industri utama.
Di masa mendatang, Sumitomo berkomitmen untuk terus berkontribusi pada tujuan Vietnam untuk menjadi negara maju pada tahun 2045 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.
"Kami ingin berkontribusi membantu Vietnam mencapai tujuannya melalui pelaksanaan proyek-proyek berskala besar, sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat, dan menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang sejalan dengan tren perkembangan zaman," tegas Bapak Eita Fujikawa.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/doanh-nhan/thu-tuong-keu-goi-doanh-nghiep-cung-chinh-phu-thuc-hien-3-dot-pha-chien-luoc/20250830095226993
Komentar (0)