India sedang mempertimbangkan kesepakatan senilai $450 juta untuk menjual rudal jelajah BrahMos ke Indonesia.
Kesepakatan rudal tersebut diperkirakan akan diumumkan secara resmi minggu ini, ketika Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi India pada 25-26 Januari. India dan Indonesia telah berdiskusi selama hampir 10 tahun mengenai pembelian rudal jelajah antikapal BrahMos, senjata yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia, The Economist Times melaporkan pada 22 Januari.
Para pejabat India dan Indonesia belum berkomentar mengenai kesepakatan rudal tersebut. Kementerian Luar Negeri Indonesia pekan lalu mengatakan bahwa selama kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India, kedua negara akan mengumumkan kesepakatan di bidang kesehatan, pendidikan, keselamatan, dan keamanan maritim.
Sistem rudal jelajah BrahMos milik India
Tantangan bagi Jakarta terletak pada masalah anggaran, Bloomberg melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Pendanaan untuk kesepakatan rudal tersebut masih dibahas oleh para pejabat kedua negara dan belum jelas kapan akan difinalisasi.
Sistem rudal BrahMos telah muncul sebagai senjata antikapal yang efektif, diproduksi dan diekspor oleh India. Rudal ini didasarkan pada rudal P-800 Oniks Rusia, dengan peningkatan kinerja yang signifikan. Versi ekspor BrahMos memiliki jangkauan hampir 300 km dan dapat mencapai kecepatan Mach 2,8. Senjata ini telah menarik minat beberapa negara Asia, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan militer mereka.
Kapal perusak India uji coba rudal supersonik Brahmos versi antikapal
Presiden Indonesia kemungkinan akan memperluas kerja sama militer dan keamanan maritim dengan India selama kunjungan resminya minggu ini. Jakarta diperkirakan akan melanjutkan latihan militer gabungan dengan New Delhi dan kunjungan pelabuhan kapal perang Indonesia ke India sebagai bagian dari fokus Indonesia pada keamanan maritim di seluruh Asia.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/ro-tin-an-do-sap-ban-goi-ten-lua-brahmos-450-trieu-usd-cho-indonesia-185250123095228802.htm
Komentar (0)