Tim Vietnam kurang kompetitif
Pelatih Kim Sang-sik mengejutkan semua orang dalam pertandingan antara Vietnam dan Kamboja pada malam 19 Maret, ketika ia menurunkan skuad terkuat, dengan pemain kunci yang akan memimpin tim untuk memenangkan Piala AFF 2024.
"Saat ini tidak ada perubahan dalam susunan pemain, dan para pemain berpengalaman juga tampil baik," tegas pelatih Kim Sang-sik.
Hanya satu posisi yang diuji, yaitu Trieu Viet Hung sebagai bek kiri. Namun, setelah 27 menit, Viet Hung meninggalkan lapangan. Pemain kelahiran 1997 ini meninggalkan beberapa umpan ke belakang, umpan silang yang gagal, dan kesalahan dalam penjagaan, sehingga lawan dapat dengan mudah lolos dan menciptakan peluang.
Trieu Viet Hung (baju merah) ditarik keluar setelah 27 menit.
FOTO: NGOC LINH
"Viet Hung tidak tampil sebaik saat latihan," komentar pelatih Kim Sang-sik singkat. Ia tidak banyak berkomentar tentang muridnya. Viet Hung berusia 28 tahun, sulit baginya untuk menjadi lebih baik.
Seperti banyak rekrutan baru lainnya, Viet Hung dipanggil untuk mengikuti reformasi pelatih Kim Sang-sik. Tim Vietnam menjuarai Piala AFF 2024, tetapi masih ada dua masalah utama. Pertama, tim terlalu bergantung pada kemampuan Nguyen Xuan Son, yang akan absen selama 6 bulan ke depan. Kedua, tim Vietnam hanya bermain baik dalam serangan balik defensif, alih-alih mampu mendominasi permainan dan mengendalikan lawan.
Pelatih Kim Sang-sik membutuhkan elemen-elemen baru, atau setidaknya sesuatu yang baru dari yang lama. Mengenai bagian pertama, ahli strategi Korea memutuskan untuk menguji Viet Hung dan mengundurkan diri dari lapangan segera setelah anak-anak asuhnya tidak memenuhi persyaratan. Itu adalah peringatan dari Pak Kim bahwa ia akan bersabar, tetapi penantian itu hanya untuk mereka yang memang pantas mendapatkannya.
Sedangkan untuk babak kedua, Tuan Kim tidak bisa senang. Saat Van Vi masuk lapangan, tim Vietnam bermain dengan postur terkuat, hanya kehilangan Xuan Son. Kekurangan yang tampak biasa itu, pada akhirnya, menjadi penghalang yang membuat tim Vietnam kesulitan.
Anak-anak asuh Pak Kim hanya menguasai ritme permainan di babak pertama, dengan serangan sayap yang apik dan eksploitasi lini kedua yang efektif. Namun, di babak kedua, ketika Kamboja tidak lagi bertahan melainkan maju menekan, tim tuan rumah justru kebingungan.
Ngoc Tan tidak dapat membantu tim Vietnam menjaga stabilitas di lini tengah.
FOTO: NGOC LINH
Meskipun Kamboja asuhan pelatih Koji Gyotoku memiliki umpan-umpan halus dan tajam, terutama sejak penyerang naturalisasi Coulibaly masuk lapangan, koordinasi tim Vietnam kurang harmonis. Situasi yang paling menonjol justru datang dari serangan balik, alih-alih serangan yang terencana dan terarah.
Tanpa Xuan Son, tim Vietnam kekurangan penyerang yang mampu memanfaatkan peluang dan berani menyerang. Tanpa Xuan Son, Tuan Kim juga kekurangan pemain dengan bahu yang kuat, yang mampu membuat pertahanan lawan goyah. Jika mereka bermain seperti pertandingan ini, menang melawan Laos bukanlah hal yang mudah.
Menunggu wajah baru
Pertandingan persahabatan tidaklah bersifat final, tetapi sering kali berfungsi sebagai peringatan.
Misalnya, tidak ada yang mengatakan Thailand lemah ketika pelatih Masatada Ishii dan timnya ditahan imbang Laos dalam laga persahabatan pada November 2024. Namun, kekurangan tim Thailand, seperti kemampuan memanfaatkan peluang atau disiplin bertahan, akhirnya dimanfaatkan oleh lawan-lawan mereka di Piala AFF 2024.
Pelatih Kim Sang-sik menyadari "sinyal-sinyal" tersebut. Ia berulang kali menunjukkan kemarahan dan kekhawatiran saat melihat anak-anak asuhnya menguasai bola. Beberapa hal memang tidak sempurna di Piala AFF, dan tidak bisa diselesaikan dalam semalam.
Menggunakan susunan pemain terkuat melawan Kamboja tampaknya juga menjadi tujuan pelatih Kim Sang-sik. Ia ingin melihat bagaimana para pemain kunci tim Vietnam akan bermain setelah kejuaraan, dan apakah mereka masih memiliki hasrat dan keinginan untuk berubah.
Satu pertandingan mungkin tak banyak bicara, tetapi ketika tim Vietnam mengulang performa lama, dengan kekurangan-kekurangan lama, dari mana perubahan itu akan datang? Tentu saja dari para pemain, karena tuntutan Tuan Kim akan semakin tinggi, yang mengharuskan para pilar untuk berusaha keras mengimbangi. Mereka yang gagal memenuhi tuntutan akan tersingkir.
Namun, pelatih Kim mungkin perlu mengevaluasi kembali pasukannya. Para pemain yang dimilikinya saat ini memang seperti itu. Kerangka inti belum stabil, dan faktor cadangannya "terang dan gelap" tidak menentu. Memilih gaya bermain yang tepat dengan para pemain yang ada saat ini merupakan masalah yang sulit, dan tim Vietnam hanya punya beberapa hari untuk menemukan jawabannya.
Komentar (0)