Pelatih Amorim sedang mengalami hari-hari gelap di Man United - Foto: REUTERS
Menjelang pertandingan melawan Burnley di putaran ke-3 Liga Premier (pukul 9 malam pada 30 Agustus), pelatih Man United Ruben Amorim berbagi beberapa kisah luar biasa tentang hari-hari kelam baginya dan timnya.
Dalam konferensi pers, pelatih Amorim tak ragu mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya setelah kekalahan Man United dari tim Divisi Empat, Grimsby Town. Hal ini membuat suasana di "Theatre of Dreams" semakin suram.
Juru taktik asal Portugal itu mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam ketika berkata: "Setiap kali tim kalah, saya selalu bereaksi sangat keras. Terkadang saya mencintai, terkadang saya membenci para pemain. Terkadang saya ingin melindungi mereka, tetapi terkadang saya merasa tidak bisa bersama mereka."
Terkadang saya ingin segera pergi, tetapi di lain waktu saya ingin bertahan selama 20 tahun. Itulah saya dan saya tidak akan berubah.
Amorim menjelaskan bahwa kekecewaan terbesar bukanlah hasilnya, melainkan sikap dan semangat para pemain. Ia mengatakan mereka telah mengabaikan detail-detail penting seperti mempertahankan posisi, berebut penguasaan bola, atau bergerak tanpa bola. "Hal tersulit untuk diterima bukanlah hasilnya, melainkan cara kami kalah," tegasnya.
Situasi di Man United bukan hanya masalah teknis. Tim ini menghadapi banyak ketidakpastian internal. Sebelumnya, beredar rumor bahwa talenta muda Kobbie Mainoo ingin dipinjamkan untuk mendapatkan kesempatan bermain reguler. Pelatih Amorim menegaskan bahwa ia akan berjuang untuk mempertahankan Mainoo: "Saya ingin Mainoo bertahan. Dia harus berjuang untuk posisinya, dan tim membutuhkan Mainoo."
Dengan Man United saat ini berada di posisi ke-16 dalam klasemen Liga Premier dan belum memenangi satu pertandingan pun, tekanan pada pelatih asal Portugal itu semakin meningkat.
Namun, ia tetap bertekad untuk tidak mengubah filosofi kerjanya: "Banyak orang menyarankan saya untuk lebih tenang, tetapi saya tidak bisa. Itulah kepribadian saya yang menciptakan gairah saya," kata pelatih Amorim.
Pertandingan mendatang melawan Burnley bisa menjadi titik balik. Meskipun sejarah konfrontasi berpihak pada Man United, dengan performa buruk saat ini, apa pun bisa terjadi.
Jika ia terus gagal, posisi Amorim di Old Trafford akan terguncang hebat. Ia bahkan berisiko dipecat.
Sumber: https://tuoitre.vn/hlv-amorim-doi-khi-toi-ghet-cau-thu-man-united-va-muon-tu-chuc-20250829234949724.htm
Komentar (0)