Hanya dalam beberapa hari, seluruh negeri akan merayakan hari jadi yang agung ini dengan penuh suka cita. Di jalanan Hanoi , bendera, spanduk, dan slogan-slogan berkibar di mana-mana. Jalan-jalan dihiasi dengan indah, semarak dengan semangat perayaan agung ini. Dari Alun-alun Ba Dinh yang bersejarah, tempat peristiwa besar 2 September 1945 diperingati, hingga ke sudut-sudut jalan kecil, gambar bendera merah dengan bintang kuning yang berkibar tertiup angin telah menjadi simbol sakral, mengingatkan semua orang akan momen ketika negara ini memasuki era kemerdekaan dan kebebasan.
Semangat itu tak hanya hadir di jalanan yang lebar, tetapi juga terpancar dalam kebanggaan setiap anak muda. Kini, ratusan orang dari seluruh penjuru negeri berbondong-bondong ke ibu kota, menuju Mausoleum Presiden Ho Chi Minh untuk berziarah dan mengabadikan momen-momen sakral menjelang hari raya nasional. Setiap langkah di Lapangan Ba Dinh seakan membawa mereka kembali ke kenangan bersejarah, ke momen ketika Paman Ho membacakan Deklarasi Kemerdekaan, yang melahirkan Republik Demokratik Vietnam—sebuah tonggak sejarah yang membuka lembaran baru dalam sejarah bangsa.
Sebagai seorang pemuda yang lahir dan besar di masa damai dan integrasi, Le Ngoc Anh (20 tahun, Cau Giay, Hanoi) berbagi: “Tanggal 2 September adalah hari penting bagi negara dan bangsa. Saya ingin memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi, gambar, dan artikel tentang sejarah dan makna hari raya ini, sehingga dapat menyebarkan kebanggaan dan membantu teman-teman internasional lebih memahami Vietnam.”
Bagi Ngoc Anh, di era digital, jejaring sosial merupakan saluran bagi generasi muda untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap tanah air, sehingga teman-teman dari seluruh dunia dapat melihat Vietnam yang tidak hanya kaya akan tradisi tetapi juga dinamis, terbuka, dan siap berintegrasi.
Nguyen Thi Nhu Quynh, seorang pelajar dari Binh Duong, merasa emosional dan terharu setelah kembali ke Hanoi selama lebih dari 10 tahun.
Pada hari-hari tersebut, Nguyen Thi Nhu Quynh, seorang mahasiswa dari Binh Duong, berbagi perasaan istimewanya setelah hampir 10 tahun kembali ke Hanoi dan mengunjungi Mausoleum Presiden Ho Chi Minh untuk pertama kalinya. Quynh mengatakan bahwa momen berdiri di depan Mausoleum Paman Ho, menjelang hari raya besar, membangkitkan emosi nostalgia yang tak terlukiskan.
"Sebagai seorang mahasiswa, saya sangat bangga dan berterima kasih kepada para leluhur kita yang telah mengorbankan darah dan nyawa mereka untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa. Saya selalu mengingatkan diri untuk hidup bertanggung jawab, belajar dengan giat, dan berkontribusi dalam melestarikan serta melindungi Tanah Air, yang patut disyukuri atas pengorbanan besar para leluhur kita," ungkap Quynh penuh haru.
Bagi banyak anak muda, Hari Nasional 2 September tak hanya dikaitkan dengan sejarah nasional, tetapi juga membangkitkan kenangan masa kecil, ketika seluruh keluarga berkumpul untuk mengibarkan bendera nasional di depan rumah, berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, dan berbagi kegembiraan dalam berbagai program dan parade budaya. Kenangan indah ini menumbuhkan rasa cinta tanah air dan negara dari hal-hal sederhana.
Di jalanan Hanoi, bendera, spanduk, dan slogan berkibar di mana-mana. Jalanan dihiasi dengan indah, dipenuhi kegembiraan dalam persiapan festival besar.
Vu Van Bao, seorang mahasiswa Politeknik FPT, bercerita bahwa setiap kali ia menyebut Hari Nasional pada 2 September, ia langsung teringat momen sakral di Lapangan Ba Dinh pada tahun 1945, ketika Presiden Ho Chi Minh membacakan Deklarasi Kemerdekaan, yang menandai lahirnya Republik Demokratik Vietnam. Bagi Bao, momen tersebut merupakan sumber kebanggaan nasional yang luar biasa, simbol tekad dan aspirasi untuk kebebasan.
Menurut Bao, hari raya nasional yang agung ini tidak hanya mengingatkan kita akan pengorbanan generasi-generasi sebelumnya, tetapi juga membangkitkan suasana ramai di jalanan, dengan bintang-bintang merah dan kuning yang berkibar terang. Generasi muda masa kini dapat mengekspresikan patriotisme mereka dengan berbagai cara: berjuang untuk belajar, berlatih, berpartisipasi dalam kegiatan sukarela, melestarikan identitas budaya, dan hidup bertanggung jawab terhadap masyarakat.
“Suasana khidmat dan heroik dalam perayaan Hari Nasional membuat saya merasa bangga dan mengingatkan saya untuk berusaha lebih keras agar layak mengharumkan nama bangsa,” kata Bao.
Menurut Bao, tanggung jawab pemuda masa kini adalah melanjutkan tradisi kepahlawanan, menjaga kemerdekaan, dan membangun negara yang kuat dan sejahtera dengan pengetahuan, jiwa muda, semangat, dan kreativitas. Menurut Bao, kebanggaan nasional perlu diwujudkan melalui kerja keras, tanggung jawab, penghormatan dan promosi nilai-nilai budaya, serta perilaku beradab agar citra negara semakin indah di mata sahabat internasional.
Hari Nasional tanggal 2 September bukan hanya hari libur nasional tetapi juga hari bagi setiap warga Vietnam, khususnya generasi muda, untuk merenungkan diri dan mengingatkan mereka akan tanggung jawab mereka terhadap Tanah Air.
Untuk mengungkapkan kecintaannya terhadap tanah air dan negaranya pada Hari Nasional, Bao sering kali mengibarkan bendera nasional di depan rumahnya, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, mempelajari lebih lanjut tentang sejarah melalui buku dan film dokumenter, serta berbagi perasaannya dengan teman dan kerabat untuk menyebarkan kebanggaan nasional.
Tak hanya di Hanoi, di berbagai daerah di seluruh negeri, suasana perayaan Hari Nasional juga meriah. Di sekolah-sekolah, anggota serikat dan siswa berlatih bersama, menampilkan pertunjukan seni, dan berdiskusi tentang sejarah nasional. Di berbagai instansi dan perusahaan, bendera merah dengan bintang kuning dikibarkan dengan terang benderang, menunjukkan semangat patriotisme dan solidaritas. Program sukarelawan dan kegiatan sosial diselenggarakan, yang menegaskan bahwa generasi muda masa kini tidak hanya bangga akan tradisi, tetapi juga siap berkontribusi membangun negara di era integrasi internasional.
Hari Nasional 2 September bukan hanya hari libur nasional, tetapi juga hari bagi setiap warga Vietnam, terutama generasi muda, untuk merenungkan diri dan mengingatkan akan tanggung jawab mereka kepada Tanah Air. Jika 80 tahun yang lalu, generasi ayah dan kakek gugur dalam upaya meraih kemerdekaan, kini, tanggung jawab para pemuda adalah melestarikan pencapaian tersebut dengan pengetahuan, kreativitas, dan aspirasi untuk bangkit. Itulah juga cara bagi generasi sekarang dan mendatang untuk terus menulis epik abadi bangsa.
Dalam kehidupan modern, ketika nilai-nilai tradisional terkadang terlupakan oleh kesibukan, Hari Nasional 2 September adalah momen hening bagi setiap anak muda untuk berhenti sejenak dan mendengarkan panggilan sejarah, untuk melihat lebih jelas di mana mereka berdiri dan apa yang perlu mereka lakukan untuk negara. Rasa syukur tidak hanya terucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata: belajar dengan giat, bekerja kreatif, hidup bertanggung jawab bersama masyarakat, serta menjaga dan menyebarkan citra baik negara.
Peringatan 80 tahun Hari Nasional pada 2 September bukan hanya kesempatan untuk mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan bagi pemuda Vietnam untuk menegaskan posisi dan peran mereka dalam membangun negara yang kaya dan beradab. Berawal dari rasa syukur yang mendalam hingga keinginan untuk berkontribusi, generasi muda saat ini sedang dan akan terus menulis tradisi heroik leluhur mereka dengan kecerdasan, jiwa muda, dan semangat mereka sendiri.
Sumber vov.vn
Sumber: https://baophutho.vn/80-nam-quoc-khanh-nguoi-tre-tu-hao-va-lan-toa-tinh-yeu-to-quoc-238366.htm
Komentar (0)