
Orang dewasa berusia 50 hingga 79 tahun yang memberikan perawatan mingguan sedang untuk cucu mereka dapat mengurangi risiko demensia hingga 24%, menurut sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Journal of the American Medical Association (JAMA) edisi Juli 2025.
Menjelaskan mekanisme ajaib ini, para peneliti menunjukkan bahwa: mengasuh anak kecil memaksa lansia untuk aktif berbicara dan bermain dengan cucu mereka. Tindakan yang tampaknya sederhana ini menciptakan aktivitas otak yang teratur dan efektif. Menghabiskan waktu bersama cucu tidak hanya membantu lansia melestarikan ingatan mereka, tetapi juga membuka pintu bagi mereka untuk mengakses dunia modern. Mulai dari belajar cara mengaktifkan panggilan video, mencari informasi daring, hingga bernyanyi mengikuti "lagu anak era teknologi"... setiap tindakan mengaktifkan area otak yang berbeda.
Banyak orang lanjut usia, berkat bermain dengan cucu-cucu mereka, telah belajar memasang aplikasi baru, mempelajari bahasa asing yang sederhana, atau bahkan menggunakan jejaring sosial hanya untuk "mengikuti perjalanan pertumbuhan cucu-cucu mereka".
Tak hanya memiliki efek kognitif positif, merawat cucu juga merupakan solusi spiritual untuk mengusir kesepian—faktor risiko utama depresi dan penurunan fungsi otak pada lansia. Ketika kakek-nenek merasa masih memiliki peran dalam keluarga, masih dicintai dan diandalkan, mereka menjalani hidup dengan lebih positif dan optimis.

Namun, tim juga mencatat bahwa terlalu banyak mengasuh anak, terutama lebih dari 40 jam seminggu, dapat menimbulkan stres fisik dan psikologis yang tidak diinginkan. Penting untuk menjaga pengasuhan anak pada tingkat yang moderat, memandangnya sebagai aktivitas yang meningkatkan koneksi sosial dan menstimulasi otak, alih-alih sebagai beban. Lansia juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Sumber: https://baolaocai.vn/trong-chau-nho-giup-giam-nguy-co-sa-sut-tri-tue-o-nguoi-gia-post878618.html
Komentar (0)