Dokter sarankan persiapan matang dan menjaga kesehatan selama liburan adalah hal yang tidak bisa dianggap remeh - Foto: DUONG LIEU
Dr. Kieu Xuan Thy - Wakil Kepala Fasilitas 3, Rumah Sakit Universitas Kedokteran dan Farmasi, Kota Ho Chi Minh - mengatakan bahwa liburan panjang adalah waktu yang dinantikan banyak orang setelah hari-hari kerja yang melelahkan. Ini adalah kesempatan untuk berwisata , mengunjungi keluarga, dan bersenang-senang bersama teman-teman.
Namun, perubahan lingkungan hidup, kebiasaan, dan pola makan saat ini berpotensi menimbulkan banyak risiko kesehatan.
Cuaca yang tidak menentu saat ini khususnya meningkatkan risiko penyakit menular, flu, atau wabah penyakit bawaan. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan pemeliharaan kesehatan selama liburan tidak boleh dianggap remeh.
Makan secara ilmiah untuk melindungi sistem pencernaan dan sistem kardiovaskular
Dr. Thy mengatakan bahwa dalam perjalanan jauh, banyak orang sering makan tidak teratur atau memilih makanan cepat saji yang tidak menjamin nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, keracunan makanan, hiperlipidemia, atau memburuknya penyakit kronis yang sudah ada.
Oleh karena itu, penting untuk tidak melewatkan sarapan, ini merupakan waktu makan penting yang membantu menjaga energi sepanjang hari, terutama bagi lansia dan penderita diabetes.
Hindari sepenuhnya hidangan mentah, setengah matang, dan makanan laut yang tidak diketahui asal usulnya untuk membatasi risiko gangguan pencernaan atau keracunan makanan.
Perhatikan penambahan sayuran hijau dan buah-buahan untuk menyediakan vitamin, serat, membatasi sembelit dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Terutama minumlah air putih yang cukup, 1,5-2 liter/hari, dapat ditingkatkan jika bepergian dalam cuaca panas. Hindari konsumsi minuman ringan berkarbonasi dan alkohol secara berlebihan.
Bawalah camilan sehat seperti kacang-kacangan, buah kering, yoghurt, atau roti gandum untuk perjalanan jauh atau di sela-sela waktu makan.
Pola makan yang ilmiah selama liburan tidak hanya membantu tubuh tetap sehat tetapi juga membantu menjaga ritme biologis, sehingga membatasi timbulnya banyak penyakit kronis.
Orang dengan penyakit yang mendasarinya: Kelompok berisiko tinggi perlu waspada
Dr. Thy mencatat bahwa orang dengan tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit kardiovaskular, asma, penyakit hati dan ginjal, atau gangguan lipid lebih mungkin mengalami komplikasi ketika lingkungan dan gaya hidup mereka berubah. Oleh karena itu, kelompok ini membutuhkan perhatian khusus.
Oleh karena itu, Anda perlu membawa obat yang cukup dan minum dosis yang tepat: Siapkan obat yang cukup untuk seluruh liburan, bahkan bawa beberapa hari tambahan untuk berjaga-jaga jika perjalanan diperpanjang atau hilang.
Minumlah obat tepat waktu, jangan pernah berhenti minum obat meskipun Anda merasa sehat; susun obat dalam kotak yang diberi label jelas untuk menghindari kebingungan saat meminumnya.
Orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular: makanlah makanan rendah garam, hindari alkohol, dan jangan terlalu memaksakan diri.
Penderita diabetes: jangan melewatkan makan, batasi makanan bertepung dan permen; bawa permen kecil untuk mencegah hipoglikemia.
Orang dengan asma, penyakit paru-paru: bawa inhaler, hindari lingkungan yang tercemar dan berdebu.
Orang dengan penyakit hati dan perut: batasi alkohol, makanan berminyak, pedas dan asam untuk menghindari iritasi.
Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, demam tinggi, sering diare, dll., segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan pernah menambah dosis atau mengonsumsi obat-obatan yang tidak lazim tanpa resep dokter.
Pertahankan olahraga harian dengan berjalan kaki, olahraga ringan selama 20-30 menit untuk menjaga kelenturan dan melancarkan sirkulasi darah. Saat bepergian jarak jauh: sebaiknya berdiri, berolahraga ringan, atau menggerakkan lengan dan kaki setiap 1-2 jam untuk mencegah trombosis vena dalam.
Hindari mendaki gunung tinggi, berenang jarak jauh, atau menyelam scuba jika Anda memiliki penyakit kardiovaskular atau pernapasan. Tidur yang cukup: jangan begadang untuk membantu tubuh Anda pulih dan memperkuat daya tahannya.
Tas obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan saat bepergian
Dr. Thy merekomendasikan tas obat yang ringkas namun lengkap sebagai "pendamping" dalam setiap perjalanan:
Obat-obatan dasar: parasetamol (penurun demam, pereda nyeri), oresol (rehidrasi elektrolit), berberin (diare), obat anti-alergi (loratadine), pereda nyeri ringan.
Obat untuk penyakit yang mendasarinya: tekanan darah, diabetes, kardiovaskular, asma… sesuai resep dokter.
Perlengkapan medis: termometer, perban, larutan antiseptik, masker, pembersih tangan.
Perlengkapan penting lainnya: Obat mabuk perjalanan, tablet rehidrasi, kacamata hitam, tabir surya.
Dalam pengobatan tradisional, beberapa teh herbal dapat dengan mudah dibawa kemana saja, membantu mendinginkan tubuh, melancarkan pencernaan, dan menenangkan pikiran:
Teh krisan: mendinginkan tubuh, menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan membantu tidur. Teh artichoke: membantu pencernaan, mendinginkan hati, melancarkan empedu, cocok untuk dikonsumsi saat banyak makan makanan berminyak. Teh jahe: menghangatkan limpa dan lambung, mencegah perut dingin, mengurangi mual, bermanfaat bagi orang yang mabuk perjalanan. Teh teratai (jantung teratai, daun teratai): memiliki efek sedatif, membantu tidur nyenyak; daun teratai juga diteliti kemampuannya dalam mengatur lipid darah.
Namun, teh herbal sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti air sepenuhnya. Orang dengan kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya secara teratur untuk menghindari interaksi obat.
Sumber: https://tuoitre.vn/thoi-tiet-that-thuong-lam-gi-tranh-do-benh-khi-di-choi-dip-nghi-le-20250830104052595.htm
Komentar (0)