Buku "Learning" karya Profesor André Giordan diterbitkan oleh Vietnamese Women's Publishing House pada Agustus 2025. Penulisnya menegaskan: "Belajar adalah syarat untuk bertahan hidup, seperti halnya makan dan bernapas. Manusia berbeda dari robot karena kita tidak hanya menyerap informasi, tetapi juga belajar dari kesalahan, dari pengalaman hidup, dari cinta, dan kerja sama sosial."
Seorang anak secara alami dapat belajar makan, berbicara, berjalan, dan memahami dunia dengan cara-cara halus yang tidak dapat ditiru sepenuhnya oleh sistem mekanis mana pun.
Menurutnya, kemampuan belajar alami inilah yang hilang ketika seseorang memasuki sekolah, tempat yang seharusnya memupuk dan mengembangkannya. Alih-alih membangkitkan rasa ingin tahu, sekolah seringkali berfokus pada "komunikasi satu arah" yang membuat peserta didik pasif. Dari sana, penulis Giordan mempromosikan "budaya bertanya", dengan menganggap bertanya, meragukan, dan mengkritik... sebagai kunci untuk memperluas pengetahuan dan beradaptasi dengan dunia yang terus berubah.
Karya ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama menunjukkan kekurangan pendidikan saat ini ketika berfokus pada pengisian pengetahuan. Ia menganalisis tiga model pedagogis utama (eksperimental, pelatihan, konstruktivis), menekankan bahwa otak manusia pada dasarnya "plastis" dan membutuhkan lingkungan belajar yang kaya akan interaksi dan makna.

Bagian kedua membahas motivasi dan proses pembelajaran. Menurut Profesor Giordan, pembelajaran selalu merupakan interaksi antara informasi eksternal dan konsep yang telah dimiliki pelajar, terkadang menimbulkan konflik kognitif, tetapi dari sanalah seseorang tumbuh dewasa. Ia juga menyediakan perangkat praktis seperti diagram, model, dan gambar untuk membantu siswa secara aktif mengorganisasikan dan mengingat pengetahuan.
Bagian ketiga membahas masa depan sekolah dan profesi guru. Guru tidak hanya harus memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi inspirator, membangkitkan rasa ingin tahu, dan membimbing siswa menemukan jalan pembelajaran dan transformasi diri.
Dua bab terakhir buku ini menawarkan visi tentang “guru masa depan”: seorang pendidik fleksibel yang mendengarkan, menyemangati, dan mengajukan pertanyaan baru kepada murid-muridnya.
Di era AI, ketika pengetahuan dapat dengan mudah ditemukan melalui ChatGPT atau perangkat digital, peran guru menjadi lebih penting bukan pada "seberapa banyak pengetahuan yang mereka miliki di kepala mereka" tetapi pada kemampuan mereka untuk menghubungkan, membimbing, dan memelihara jiwa para siswanya.
Profesor André Giordan (1946–2023) adalah seorang ilmuwan pendidikan terkemuka Eropa, Profesor di Universitas Jenewa (Swiss), dan pendiri Pusat Penelitian Pedagogi dan Epistemologi Ilmiah (LDES). Beliau meninggalkan lebih dari 30 buku dan 300 karya penelitian, terutama yang terkenal adalah model pembelajaran heterogennya (Allostérique), yang menekankan konflik kognitif dan transformasi pengetahuan lama menjadi pengetahuan baru.
Karya "Learning" diterjemahkan oleh Dr. Nguyen Khanh Trung, dosen Universitas Terbuka Kota Ho Chi Minh, dengan penuh semangat dalam mendekatkan pengetahuan pendidikan modern kepada para pembaca Vietnam.
Karya ini dievaluasi oleh para ahli dan dianggap cocok untuk kegiatan penelitian, bermanfaat bagi guru, orang tua, dan siapa pun yang tertarik dengan pendidikan. Karya ini menawarkan jalan menuju masyarakat pembelajar yang mengarahkan manusia menuju pembelajaran seumur hidup, terus-menerus mendobrak standar lama untuk berkembang dan menjadi dewasa.
Sumber: https://nhandan.vn/hoc-tap-nang-luc-khien-con-nguoi-khac-biet-voi-ai-post904801.html
Komentar (0)